Selasa, 17 Februari 2015

TRADING CALLS

Indikator hanyalah sebatas panduan para trader untuk mengambil keputusan buy ataupun sell, sejatinya tidak ada indikator yang akurat untuk menentukan arah harga kedepannya.
Indikator yang paling akurat adalah trader itu sendiri, janganlah terpancing dengan indikator yang dijual mahal diluaran sana dengan janji profit yang besar. Karena profit ditentukan oleh trader itu sendiri ...

So, janganlah 100% mempercayai indikator,, indikator hanyalah pendukung atas keputusan yang akan kita buat berdasarkan analisa kita sendiri ...
Disini saya akan membagikan kepada sobat trader indikator-indikator baik yang free ataupun yang gratis ...
call : 081220505601/08997060569

Selasa, 07 Oktober 2014

Ada peluang apa dibalik turunnya harga emas & komoditi??? temukan jawabannya di MEC 10-10-2014. Info 08112225718

Kamis, 18 September 2014

Emas Jatuh Karena Spekulasi Kebijakan Fed - INILAH.com


INILAHCOM, New York - Emas berjangka di pasar AS pada Jumat (19/9/2014) dini hari tadi mengalami pelemahan. Pemicunya karena dolar AS menguat ke level tertinggi dalam empat tahun terakhir.

Investor valas merespon isyarat dari The Fed yang akan menaikkan suku bunga acuan lebih cepat. Pada hari Rabu kemarin, The Fed menegaskan lagi untuk mempertahankan suku bunga mendekati nol persen. Tetapi juga mengindikasikan akan menaikkan biaya pinjaman lebih cepat dari yang diharapkan sebelumnya.

Harga emas berjangka melemah 0,7 persen ke US$1,226,90 per troy ons. Sementara harga emas di pasar spot menguat 0,35 ke US$1.226 per ons. Demikian mengutip cnbc.com.

"Dolar AS melaksanakan tugasnya sehingga menghapus kenaikan emas selama delapan bulan terakhir. Sekarang kita berada di situasi seperti awal tahun," kata analis komoditas di Pixley, Ross Norman.

"Meskipun kuartan keempat siklusnya terjadi kenaikan permintaan emas fisik, saya tidak melihat pasar akan naik secara signifikan. Saya tidak heran kalau harganya nanti di kisaran US#1,230-US$1.240," jelasnya lagi.

Secara teknis emas berada di situasi rentan. Level spikologis emas akan berada di US$1.200 dan US$1.180. Namun sinyal posisi tersebut masih akan melihat untuk beberapa hari ke depan.

Dolar AS mendapatkan sentimen positif dengan pernyataan Fed. Hal ini memicu spekulasi bank sentral AS tersebut akan menaikkan suku bunga acuan lebih cepat dari rencana awal.

Bursa AS Tetap Andalkan Kebijakan Fed - INILAH.com


INILAHCOM, New York - Bursa saham AS menguat pada Jumat (19/9/2014) dini hari tadi. Investor merespon kebijakan The Fed.

Investor memiliki sentimen positif dengan menggabungkan data ekonomi dan spekulasi kebijakan Fed untuk mempertahankan suku bunga rendah lebih lama lagi.

"Kita punya inflasi yang rendah hal ini meningkatkan pandangan dari bank sentral menjadi kekuatan yang konstruktif. Ini semua menjadi faktor risiko tetap rendah," kata analis di US Bank Wealth Management, Jim Russell, seperti mengutip cnbc.com..

Indeks Dow Jones menguat 0,6% ke 17.265,99 dengan dukungan masih dari saham DuPont. Sedangkan pelemahan terdalam terjadi pada saham Chevron seiring harga minyak mentah.

Untuk indeks S&P menguat 0,5% ke 2.011,36 bersama dengan penguatan sektor keuangan dan bahan baku. Sementara pelemahan terjadi pada sektor utilitas dan sektor energi.

Untuk indeks Nasdaq lebih tinggi 0,6% ke 4.593,43. "Kami merasa nyaman dengan indeks S&P di level 2.060pada akhir tahun 2014," kata Russell.

Dolar berakhir melemah terhadap mata uang lainnya. Untuk imbal hasil Treasury 10 tahun naik ke 2,624 persen. Minyak mentah berjangka di pasar AS turun 1,4 peren ke US$93,07 per barel. Untuk emas berjangka turun 0,7 persen ke US$1226,90 per troy ons.

Untuk perdagangan Rabu kemarin, indeks Dow Jones mencetak rekor tertinggi. Indeks S&P berakhir di atas level 2.000. Pemicunya karena The Fed menegaskan sudah mendekati akhir kebijakan stimulus moneternya.

Selasa, 16 September 2014

Emas Berjangka Naik Tipis Jelang Rapat Fed - INILAH.com


INILAHCOM, New York - Emas berjangka menguat pada Rabu (17/9/2014) di pasar AS dini hari tadi. Investor berspekulasi dengan momentum kenaikan suku bunga acuan setelah delapan tahun mendekati nol persen.

Emas berjangka naik US$1,6 per US$1.236,7 per troy ons. Sementara emas di pasar sport naik 0,3% ke US$1.236 per ons. Demikian mengutip cnbc.com.

Pada pekan lalu emas melemah terdalam untuk sepekan sejak akhir Mei. Sebab kurs dolar menguat tajam dengan spekulasi kebijakan baru The Fed.

"Untuk tren ke depan emas masih berpotensi melemah dengan menguatnya dolar AS sejak data ekonomi AS di bulan Juli positif. Jika kebijakan Fed masih tetap maka bisa tidak berubah untuk harga emas ke depan," kaa analis komoditas di Natixis, Bernard Dahdah.

The Fed menjadwalkan pertemuan mulai nanti malam hingga besok. Pertemuan itu memberikan sinyal untuk menaikkan suku bunga acuan lebih cepat dari rencana pertengahan tahun 2015.

Senin, 15 September 2014

Harga Emas Bangkit, Arah Berikutnya? - INILAH.com


INILAHCOM, Jakarta – Hingga siang ini, harga emas menanjak sebesar US$1,9 per troy ons. Bagaimana arah berikutnya?

Berdasarkan data yang dilansir cnbc.com, pada perdagangan Selasa (16/9/2014) hingga pukul 12.41 WIB, harga emas internasional ditransaksikan menguat sebesar US$1,90 (0,15%) ke posisi US$1.237 per troy ons.

Ariston Tjendra, kepala riset PT Monex Investindo Futures mengatakan, harga emas rebound menjelang hasil rapat moneter the Federal Open Market Committee (FOMC) Bank Sentral AS (Fed).

“Konsolidasi dolar AS menjelang peristiwa tersebut kemungkinan yang memicu rebound harga emas kemarin dan pagi ini,” katanya kepada INILAHCOM di Jakarta, Selasa (16/9/2014).

Harga emas kini, lanjut dia, berada di kisaran US$1.235 per troy ons. Resisten terdekat berada di kisaran US$1.239 dan support terdekat di kisaran US$1.230,5. “Emas kelihatannya sedang masuk pola konsolidasi pasca tekanan turun yang sangat dalam sehingga harga masih mungkin bergerak naik turun di kisaran support dan resisten itu,” papar dia.

Penembusan di atas area resisten US$1.239 berpotensi membawa harga menguat ke area resisten berikutnya US$1.245. “Sementara penembusan US$1.230,50 akan membawa harga mendekati support penting di kisaran US$1.225,” ucapnya.

Hari ini, lanjut dia, data ekonomi yang bisa menjadi market mover adalah data survei sentimen ekonomi Jerman dan Zona Euro serta data PPI (Indeks Harga Produsen) AS.

“Data-data ini akan mempengaruhi kekuatan nilai tukar dolar AS dan berimbas pada pergerakan harga emas,” imbuhnya. [jin]

Minggu, 14 September 2014

Ekspektasi kepada The Fed, Dollar AS Masih Kuat - INILAH.com


INILAHCOM, New York - Indeks dollar Amerika masih berkonsolidasi di level tinggi pada awal pekan ini. Analis memperkirakan indeks dollar AS akan bergerak di kisaran 84.17. Sementara level tertinggi di kisaran 84.51.

Pasar masih berharap akan ada nadapositifyang dilontarkan Bank Sentral AS (Fed) pasca rapat moneter Fed. Bank Sentral Amerika itu sendiri baru akan menggelar rapat pada Rabu dan Kamis pekan ini.

Penguatan dollar AS di awal pekan ini juga dibantu oleh memabiknyadata penjualan ritel. sentimen positif juga makin kuat dengan adanya dukungana dari ahsil Sentimen Konsumen AS yang dirilis Jumat pekan lalu. (edm)

Selasa, 26 Agustus 2014

Bursa AS Cetak Rekor Tertinggi Seiring Data AS - INILAH.com


INILAHCOM, New York - Bursa saham AS menguat pada Rabu (27/8/2014) dini hari tadi. Indeks S&P untuk pertama kalinya menginjak level di atas 2.000.

Penguatan mendapat dukungan dari data pesanan tahan lama yang naik. Data ini menunjukkan pertumbuhan positif bagi ekonomi AS.

Indeks Dow Jones naik 0,1% ke 17.106,7 yang juga mencetak rekor tertinggi. Indeks S&P naik 0,1% ke 2.000,02. Sedangkan indeks Nasdaq menguat 0,2% ke 4.570,64. Demikian mengutip cnbc.com.

Menurut Analis di Wells Fargo Private Bank, Cameron Hinds, penutupan indeks S&P di atas 2.000 mengubah level psikologis baru Wall Street. "Ada harapan baik dan akan mendapatkan perekonomian yang lebih baik karena memiliki pijakan yang positif," katanya.

Data pesanan barang tahan lama naik 22,6 persen di bulan Juli dari perkiraan naik 7,5 persen. Pesanan tersebut berasal dari meningkatnya permintaan untuk pesawat komersil.

"Sepanjang kuartal ketiga kami tetap berpegang pada harapan pertumbuhan ekonomi tiga persen, sehingga harga saham akan lebih tinggi," kata analis dari BTIG, Dan Greenhaus.

Untuk indeks kepercayaan konsumen mencapai 92,4 di bulan Agustus dari perkiraan 89. Sementara harga rumah baru meningkat ke tingkat lebih lambat pada tahun terakhir di bulan Juni. Indeks properti naik 8,1 persen dari Juni 2013.

Emas Bangkit Setelah Terpukul Yellen - INILAH.com


INILAHCOM, Jakarta – Hingga siang ini, harga emas bangkit 0,35% setelah mendapat tekanan negatif dari pernyataan Gubernur The Fed Janet Yellen. Seperti apa?

Berdasarkan data yang dilansir cnbc.com, pada perdagangan Selasa (26/8/2014) hingga pukul 12.26 WIB, harga emas internasional ditransaksikan menguat sebesar US$4,5 (0,35%) ke level US$1.283,4 per troy ons.

Ariston Tjendra, kepala riset PT Monex Investindo Futures mengatakan, harga emas masih dalam tekanan turun. “Penguatan dolar AS akibat pernyataan Gubernur Bank Sentral AS di Jackson Hole memberi tekanan pada harga emas,” katanya kepada INILAHCOM di Jakarta, Selasa (26/8/2014).

Janet Yellen, lanjut dia, kembali membuka kemungkinan kenaikan suku bunga AS lebih cepat dari ekspektasi pasar. “Selain itu, indikasi pelonggaran moneter lanjutan seperti yang diutarakan Presiden Bank Sentral Eropa, Mario Draghi, di Jackson Hole, juga turut memperkuat nilai tukar dolar AS,” papar dia.

Harga emas kini bergerak di kisaran US$1.277 per dolar AS. Indikator Moving Average Convergence-Divergence (MACD), Relative Strength Index (RSI) dan Stochastics pada grafik harian masih menunjukkan tekanan turun.

Support terdekat di kisaran US$1.272,5 yang merupakan dekat level terendah 21 Agustus. “Penembusan ke bawah area support ini, berpeluang menekan harga emas ke support berikutnya di US$1.266 yang merupakan level terendah 18 Juni hingga level US$1.258 yang merupakan level terendah 17 Juni,” papar dia.

Di sisi lain, resisten terdekat di kisaran US$1.283,5 yang adalah dekat level tertinggi 22 Agustus. “Pergerakan yang stabil di atas resisten ini berpeluang membawa harga menguat ke area US$1.287-1.292,” ucapnya.

Market mover hari ini, lanjut dia, adalah data Survei Iklim Bisnis Jerman Bulan Agustus dari Ifo dan data Penjualan Rumah Baru Bulan Juli AS. “Data ini bisa berdampak pada nilai tukar dolar AS yang berpeluang menggerakan harga emas,” imbuhnya. [jin]

Rabu, 20 Agustus 2014

Emas Pagi Ini Terus Tertekan - INILAH.com

Emas Pagi Ini Terus Tertekan - INILAH.com

INILAHCOM, New York - Emas di
bursa New York semalam (Senin, 18/8, pukul 06:56 WIB) ditutup melemah.
Harga emas untuk penyerahan Desember 2014, turun US$0,11/gram ke level
US$41,88/gram. Pelemahan terus berlanjut pada waktu berikutnya ke posisi
US$41,89/gram.

Sepanjang pagi ini emas untuk penyerahan Desember 2014,ternyata
terus melemah. Analis memprediksi, tanpa adanya sentimen positif yang
mampu menggerakkan pasar, harga emas hari ini akan terus tertekan. (edm)


Senin, 11 Agustus 2014

Minim Katalis, Harga Emas Lesu - INILAH.com


INILAHCOM, Jakarta – Hingga siang ini, harga emas melemah sebesar US$3,60 per troy ons. Tiadanya market mover ditengarai menjadi salah satu penyebabnya. Seperti apa?

Berdasarkan data yang dilansir cnbc.com, pada perdagangan Selasa (12/8/2014) hingga pukul 12.20 WIB, harga emas internasional ditransaksikan melemah sebesar US$3,60 (0,27%) ke posisi US$1.306,9 per troy ounce.

Ariston Tjendra, kepala riset Monex Investindo Futures mengatakan, harga emas bergerak dalam kisaran sempit kemarin, antara US$1.305-1.311 per troy ons. “Tidak adanya market mover baru merupakan salah satu penyebab pergerakan sideways tersebut,” katanya kepada INILAHCOM, di Jakarta, Selasa (12/8/2014).

Sementara itu, lanjut dia, situasi geopolitik masih tenang meski pasar masih mewaspadai potensi eskalasi yang bisa kembali terjadi di sekitar perbatasan Ukraina maupun di kawasan Timur Tengah.

Harga emas, kini bergerak di kisaran US$1.306 per troy ons. “Harga emas bergerak turun sejak pembukaan pagi ini,” timpal dia.

Harga masih bergerak di bawah Moving Average (MA)200 grafik H4 atau 4 jam. “Resisten terdekat terlihat di kisaran MA tersebut dan di kisaran US$1.312 per troy ons,” ucapnya.

Harga, lanjut dia, masih berpotensi melemah selama bertahan di bawah resisten ini dengan potensi pelemahan ke area US$1.301 yang juga merupakan level support. Area ini adalah area fibonacci retracement 50% dari US$1.280-1.322 per troy ons.

Dan, kata dia, tekanan di bawah support tersebut bisa mendorong pelemahan ke area US$1.291-1.296. “Sementara penembusan ke atas resisten ini baru membuka lagi potensi penguatan ke area US$1.322 per troy ons,” ungkap dia.

Data ekonomi yang mungkin bisa menjadi market mover hari ini adalah data Survei Sentimen Ekonomi Jerman dan Zona Euro dari ZEW. Data ini bisa mempengaruhi kekuatan nilai tukar dolar AS karena pergerakan nilai tukar euro. “Dolar AS yang menguat bisa memicu pelemahan harga emas dan sebaliknya,” imbuhnya. [jin]

Kamis, 07 Agustus 2014

Emas Berjangka Positif Siap Lanjutkan Reli - INILAH.com


INILAHCOM, New York - Emas berjangka di pasar AS pada Jumat (8/8/2014) dini hari tadi bertahan di atas harga US$1.300 per troy ons dengan berlanjutnya ketidakpastian politik di Ukraina.

Emas untuk kontrak Desember naik 0,3% ke S$1.312,50 per troy ons. Emas di pasar spot jug anaik 0,5$ ke US$1.312 per ons. untuk harga perak turun 0,1% ke US$19,97 per ons, harga paladium naik 0,3% ke US$852,98 per ons dan harga platinum naik 0,1% ke US$1.473,2 per ons.

Kenaikan ini seiring dengan sikap Rusia yang melarang impor produk makanan dari Uni Eropa, AS dan beberpaa negara lain. Tujuannya sebagai aksi balasan terhadap sanksi kedua untuk Rusia.

Dengan krisis tersebut, investor meningkatkan pembelian aset safe haven sebagai lindung nilai asetnya. Tren kenaikan masih bisa terus berlanjut ke depan.

Sementara Presiden AS, Barack Obama dikabarkan sedang mempertimbangkan untuk melakukan serangan udara di Irak. Tujuannya untuk membantu 40.000 pemeluk agama minoritas dari serangan ISIS.

Dengan eskalasi konflik militer di Ukraina dan Irak berpotensi mengangkat harga emas berjangka. "Kenaikan harga emas telah melewati rata-rata perdagangan dalam 200 hari. Meskipun ada beberapa faktor yang dapat menahan penguatan dalam jangka pendek," kata analis logam mulia dari UBS, Edel
Tully seperti mengutip marketwatch.com.

Sementara bursa saham AS melemah pada Jumat (8/8/2014) dini hari tadi. Investor mengalihkan asetnya ke emas dan Treasury AS dari aset berisiko seperti saham.

Krisis geopolitik di Ukraina telah menekan bursa global seperti di bursa Asia dan bursa Eropa. Indeks Dow Jones turun 0,5% ke 16.368,27 yang merupaan level terendah sejak 25 April 2014. Indeks S&O melemah 0,6% e 1.909,57. Indeks Nasdaq turun 0,4% ke 4.334,97.

Rabu, 06 Agustus 2014

Emas di Pasar AS Naik Seiring Krisis di Ukraina - INILAH.com


INILAHCOM, New York - Emas berjangka menguat pada Kamis (7/8/2014) dini hari tadi menembus harga US$1.300 per toy ons lagi.

Penguatan seiring dengan kekhawatiran menyebarnya krisis geopolitik di Ukraina. Rusia telah menambah pasukan di perbatasan Ukraina sekotar 200 ribu pasukan.

Emas untuk pengiriman Desember naik 1,8% ke US$1.380,2 per troy ons. Emas sebagai aset lindung nilai meningkat dengan krisis di Ukraina. Apalagi Rusia sedang menyiapkan aksi balasan terhadap sanksi ekonomi dari Uni Eropa dan AS. Demikian mengutip marketwatch.com.

Emas di pasar spot naik 1,6% ke US$1.308 per ons. Krisis di Ukraina dan Timur Tengah telah meningkatkan harga emas hingga tujuh persen di tahun ini. Apalagi bursa saham secara global di fase pelemahan.

Senin, 04 Agustus 2014

Minyak Mentah di AS Mulai Catat Penguatan - INILAH.com


INILAHCOM, New York - Minyak mentah di pasar AS naik pada Selasa (5/8/2014) dini hari tadi. Penguatan mencoba menutup kerugian tajam pada pekan lalu.

Minyak mentah AS untuk pengiriman September naik 0,2% ke US$98,29 per barel. Untuk minyak jenis Brent naik 0,6% ke US$105,41 per barel di London.

Pada pekan lalu, minyak mentah AS melemah hingga 4,1 persen sebagai pelemahan terdalam sejak 3
Januari 2014. Minyak AS ini telah melemah dalam empat pekan dari enam pekan terakhir. Sedangkan Brent kehilangan 3,2 persen pada pekan lalu yang merupakan pelemahan terdalam sejak enam pekan terakhir, demikian mengutip marketwatch.com.

Beberapa investor menurunkan eksposur panjang mereka. Dengan ekspektasi harga akan naik dengan 38.801 kontrak per 29 Juli lalu. Tren tersebut menunju level terendah sejak November 2013. "Aliran bearish dengan beberapa potensi berlanjut," kata analis Citi Futures, Tim Evans.

Setelah Terangkat Data AS, Ini Arah Harga Emas - INILAH.com


INILAHCOM, Jakarta – Rilis data tenaga kerja AS, kekhawatiran gagal bayar Argentina dan krisis bank di Portugal sempat mendongkrak harga emas. Namun kini, harga logam mulia itu kembali melandai. Mengapa?

Berdasarkan data yang dilansir cnbc.com, pada perdagangan Senin (04/8/2014) hingga pukul 12.46 WIB, harga emas internasional ditransaksikan melemah sebesar US$1,30 per troy ounce (-0.1%) menjadi US$1.293,5.

Ariston Tjendra, kepala riset Monex Investindo Futures mengatakan, harga emas mengalami rebound pascadata tenaga kerja AS yang dirilis lebih buruk dari ekspektasi pasar. “Data Non Farm Payrolls bulan Juli dirilis 209 ribu di bawah ekspektasi 233 ribu,” katanya kepada INILAHCOM, di Jakarta, Senin (4/8/2014).

Data Tingkat Pengangguran bulan Juli dirilis naik menjadi 6,2% dari sebelumnya 6,1%. Data Average Hourly Earnings Bulan Juli dirilis tidak mengalami kenaikan, di bawah ekspektasi kenaikan 0,2%.

“Namun hasil ini tidak menutup kemungkinan Fed untuk menaikan suku bunga acuan. Harga emas juga mendapatkan support dari kekhawatiran pasar soal default Argentina dan krisis bank di Portugal,” papar dia.

Harga emas berhasil rebound hingga US$1.296,99 per troy ounce pada Jumat pekan lalu. “Hingga siang ini, harga melemah di kisaran US$1.291,” ucapnya.

Support terdekat di kisaran US$1.290 yang juga merupakan level retracement fibonacci 38,2% dari US$1.280-1.297 per troy ounce.

“Tekanan di bawah support ini berpeluang membawa harga melemah ke area support berikutnya di kisaran US$1.283-1.286 yang merupakan level retracement fibonacci 78,6% dan 61,8% dari US$1.280-1.297 per troy ounce,” ujarnya.

Sementara resisten terdekat berada di angka US$1.297 per troy ounce. “Penembusan ke atas area resisten ini membuka peluang penguatan ke area US$1.304 per troy ounce,” imbuhnya. [jin]

Minggu, 03 Agustus 2014

Tekanan di Pasar Emas Berpotensi Turun - INILAH.com


INILAHCOM, Jakarta - Sesi perdagangan pekan ini di pasar emas berpotensi akan terjadi volatilitas yang lebih kecil dari pekan lalu.

Menurut analis komoditas, Ghinnie An, hal ini mengingat tidak banyak data yang akan dirilis selama sepekan kedepan. Pada sesi perdagangan awal pekan, sentimen pasar pekan lalu mungkin akan membawa dampak yang cukup besar bagi pasar emas. "Namun cenderung stabil pada sesiperdagangan Eropa dan Amerika," katanya, Senin (4/8/2014).

Secara teknis, tren Bearish terlihat lebih dominan pada grafik hariannya untuk sebulan kedepan. Grafik harga emas bergerak dibawah garis EMA 50, EMA-100, EMA-200. Di sesi perdagangan Senin (4/8) emas berpotensi akan diperdagangkan pada kisaran $1,300 - $1,275.

Harga emas menguat tajam selama sesi perdagangan akhir pekan lalu (1/8/2014) setelah angka Non-Farm Payrolls AS dirilis dengan hasil yang cukup mengecewakan bagi ekonomi AS.

Emas berjangka kontrak Agustus menyelesaikan sesi perdagangan Jum’at (1/8/2014) dengan keuntungan sebesar $12.30 atau 1% berakhir pada $1,293.60 per troy ounce di Divisi Comex New York Mercantile.

Spot emas menyelesaikan sesi perdagangan akhir pekan dengan kerugian sebesar $12.1 atau 0.94% berakhir pada $1,295.20. Selama sesi perdagangan minggu lalu emas spot mencatatkan kerugian sebesar $14.4 atau sebesar 1,1%.

Harga emas menguat tajam setelah mencatatkan kerugian dalam empat sesi perdagangan berturut-turut menyusul data uncak akhir pekan NFP AS yang dirilis dengan hasil jauh dibawah perkiraan pasar.

NFP AS dirilis pada angka 209K, lebih endah dari perkiraan dan data sebelumnya pada 231K (F) dan 298K (P). buruknya sentiment pasar atas data ini juga dipertajam setelah angka pengangguran AS naik kembali pada level 6.2%, dari 6.1% pada periode bulan Juli.

Selama sebulan kuartal ke-3 tahun ini, emas mencatatkan kerugian sebesar $44.55 atau 3,36%.

Pada sesi perdagangan Kamis (31/7/2014) emas gagal menerima dukungan safe-haven meski pasar saham AS mencatatkan penurunan terbesar secara persentase maupun poin. Indeks Dow Jones mencatatkan kerugian sebesae 317 poin atau 1.9% berakhir pada 16,563.

Pasar anjlok setelah meningkatnya spekulasipasar yang menyebutkan Fed mungkin akan menaikkan suku bunga lebih cepa dari yang diperkirakan, dan setelah Argentina terpaksa default karena gagal membayar obligasi yang jatuh tempo.
Saham-saham perbankan Argentina dan pasar saham AS anjlok melihat kekacauan dalam system keuangan Argentina.

Kamis, 24 Juli 2014

Harga Emas Masih dalam Tekanan Turun - INILAH.com


INILAHCOM, Jakarta – Hingga siang ini, harga emas menanjak sebesar US$1,2 per troy ounce. Akan tetapi, harga logam mulia itu dinilai masih berada dalam tekanan turun. Mengapa?

Berdasarkan data yang dilansir cnbc.com, pada perdagangan Jumat (25/7/2014) hingga pukul 12.47 WIB, harga emas internasional ditransaksikan menguat sebesar US$1,2 (0,09%) ke posisi US$1.292 per troy ounce.

Ariston Tjendra, kepala riset Monex Investindo Futures mengatakan, harga emas masih mendapatkan tekanan turun. “Hal itu akibat penguatan dolar AS semalam karena bagusnya data Klaim Tunjangan Pengangguran Mingguan,” katanya kepada INILAHCOM, di Jakarta, Jumat (25/7/2014).

Harga emas masih bergerak di bawah Moving Average (MA) 200 grafik 4 Jam di kisaran US$1.305 dan masih berupaya menuju MA 200 grafik harian di kisaran US$1.286. “Support selanjutnya di kisaran US$1.281 per troy ounce. Harga hingga siang ini berada di kisaran US$1.292,” ujarnya.

Resisten terdekat, lanjut dia, berada di kisaran US$1.295. “Penembusan ke atas resisten ini membuka potensi penguatan ke area resisten berikutnya di kisaran US$1.301-1.305 per troy ounce,” papar dia.

Hari ini data ekonomi yang bisa menjadi market mover yaitu data survei Ifo terhadap Iklim Bisnis Jerman dan data Durable Goods Orders AS. “Penguatan dolar AS masih menjadi faktor penekan harga emas di samping prospek penurunan permintaan fisik emas di China,” imbuhnya. [jin]

Selasa, 22 Juli 2014

Minyak Mentah Turun Jelang Data Pasokan AS - INILAH.com

INILAHCOM, New York - Dengan potensi pasokan minyak yang stabil meski ada kekerasan di Gaza, Ukraina dan Irak, minyak mentah melemah pada Rabu (23/7/2014) dini hari tadi.

Minyak mentah AS untuk kontrak Agustus turun 17 sen menjadi US$1,04,42 per barel di pasar New York Mercantile Exchange. Sementara untuk minyak jenis Brent dengan kontrak September juga turun 20 sen ke US$107,45 per barel di London, seperti mengutip cnbc.com.

Premi untuk minyak mentah ASnaik di atas US$2. Hal ini mencerminkan meredanya kekhawatiran pasokan minyak AS di Oklahoma. Investor akan fokus pada data persediaan pasokan minyak AS pada pekan terakhir.

Survei menjelang laporan persediaan dari kelompok industri American Petroleum Institute (API) dari Departemen Energi AS Administrasi Informasi Energi (EIA) pada Rabu malam waktu Indonesia. Stok minyak mentah domestik turun 7,5 juta barel pada pekan sebelumnya. Pasokan ini paling tinggi sejak Januari, karena peningkatan tajam dalam aktivitas kilang.

Emas Berjangka Turun, Kepanikan Investor Reda - INILAH.com


INILAHCOM, New York - Emas berjangka di pasar AS melemah pada Rabu (23/7/2014) dini hari tadi. Kekhawatiran terhadap geopolitik di Ukraina dan Gaza mulai berkurang.

Investor mengurangi kepemilikan di aset safe haven sehingga menambah investasi di aset berisiko lagi. Emas berjangka untuk pengiriman Agustus turun US$7,6 menjadi US$1.306,30 per troy ons. Untuk emas di pasar spot turun 0,4% ke US$1.308,10 per ons. Demikian mengutip cnbc.com.

Emas berjangka telah naik mendekati 1,4 persen pada Kamis pekan lalu sebagai kenaikan tertinggi dalam sebulan terakhir. Tren tersebut terpicu tragedi tertembaknya pesawat penumpan Boeing 777 milik Malaysia Airlines di Ukraina timur.

Untuk perak turun 0,2% ke US%21,02 per ons. Hara palladium lebih tinggi 0,06% ke US$869,23 per ons dan platinum melemah 0,1% ke US$1.481,25 per ons.